
Gigi patah bisa terjadi kapan saja. Bisa karena terbentur, terjatuh, menggigit makanan yang
terlalu keras, atau karena gigi sudah rapuh akibat kerusakan sebelumnya. Selain membuat
penampilan terganggu, gigi patah juga bisa terasa tidak nyaman dan membuat Anda kesulitan
mengunyah.
Namun, gigi patah tidak selalu berarti harus dicabut. Jika kondisi gigi masih
memungkinkan untuk dipertahankan, salah satu perawatan yang dapat menjadi pilihan adalah
crown gigi.
Crown dapat membantu mengembalikan bentuk gigi yang patah sekaligus melindungi
bagian gigi yang masih tersisa. Dengan perencanaan yang tepat, hasilnya juga dapat dibuat
menyerupai gigi asli sehingga senyum tetap terlihat natural
Mengapa Gigi Patah Sebaiknya Tidak Dibiarkan?
Gigi yang patah bukan hanya masalah penampilan. Bagian gigi yang rusak dapat membuat
gigi menjadi lebih sensitif atau terasa sakit, terutama jika bagian dalam gigi ikut terbuka.
Selain itu, bentuk gigi yang sudah tidak utuh dapat membuat proses mengunyah menjadi kurang
nyaman. Pada kondisi tertentu, kerusakan juga dapat bertambah jika tidak mendapatkan
penanganan yang tepat.
Karena itu, jika Anda mengalami gigi patah, sebaiknya jangan menunggu sampai terasa
sakit. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu dokter mengetahui apakah gigi tersebut masih bisa
dipertahankan dan perawatan apa yang paling sesuai.
Bagaimana Crown Membantu Gigi Patah?
Crown bekerja dengan cara menutupi bagian gigi yang sudah rusak. Dengan demikian,
bagian gigi yang masih tersisa dapat mendapatkan perlindungan tambahan.
Selain itu, crown juga dibuat untuk mengembalikan bentuk gigi sehingga fungsi mengunyah dapat
menjadi lebih baik.
Jadi, crown bukan sekadar membuat gigi patah terlihat lebih bagus. Perawatan ini juga
bertujuan membantu mempertahankan gigi dan mengembalikan fungsinya sesuai kondisi
masing-masing pasien.
Crown Gigi Bisa Terlihat Natural
Salah satu hal yang sering dikhawatirkan pasien adalah crown akan terlihat berbeda dari
gigi asli. Saat ini, crown dapat dibuat dengan mempertimbangkan warna, bentuk, ukuran, dan
posisi gigi di sekitarnya. Dengan perencanaan estetika yang baik, crown dapat dibuat agar tampak
menyatu dengan gigi lainnya.
Hasil yang natural tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi gigi, bahan
crown yang digunakan, perencanaan dokter, serta proses pembuatannya di laboratorium gigi.
Bagaimana Proses Pemasangan Crown?
Secara umum, proses pemasangan crown dimulai dengan pemeriksaan kondisi gigi.
- Pemeriksaan
Dokter akan memeriksa gigi yang patah dan jaringan di sekitarnya. Jika diperlukan, dokter
dapat melakukan rontgen untuk melihat kondisi gigi bagian dalam. - Menentukan Perawatan
Tidak semua gigi patah membutuhkan crown. Dokter akan menilai apakah gigi masih dapat
dipertahankan dan menentukan perawatan yang paling sesuai. - Mempersiapkan Gigi
Jika crown menjadi pilihan, gigi akan dipersiapkan agar crown dapat terpasang dengan baik. - Membuat Crown
Dokter dapat mengambil cetakan atau melakukan pemindaian gigi. Hasilnya digunakan untuk
membuat crown dengan bentuk dan ukuran yang sesuai. - Pemasangan Crown
Setelah crown selesai dibuat, dokter akan memeriksa kecocokan bentuk, warna, dan gigitan
sebelum memasangnya. Proses dan jumlah kunjungan dapat berbeda pada setiap pasien,
tergantung kondisi gigi dan jenis perawatan yang dilakukan.
Apakah Semua Gigi Patah Bisa Dipasang Crown?
Tidak selalu. Hal ini bergantung pada seberapa parah gigi mengalami kerusakan dan
kondisi bagian gigi yang masih tersisa. Jika kerusakan terlalu berat atau gigi tidak lagi memiliki
struktur yang cukup untuk dipertahankan, dokter mungkin akan merekomendasikan pilihan
perawatan lain. Karena itu, jangan langsung berasumsi bahwa gigi patah harus dicabut. Sebaiknya
lakukan pemeriksaan terlebih dahulu agar dokter dapat menilai kondisinya.
Cara Merawat Gigi Setelah Menggunakan Crown
Crown memang dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang, tetapi tetap
membutuhkan perawatan yang baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Sikat gigi secara rutin dengan teknik yang benar.
- Bersihkan sela-sela gigi secara teratur.
- Hindari menggigit benda keras seperti es atau benda bukan makanan.
- Jangan menggunakan gigi untuk membuka kemasan atau menggigit benda keras.
- Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Perlu diingat, meskipun bagian luar gigi sudah dilindungi crown, area gusi dan gigi di sekitarnya
tetap harus dijaga kebersihannya.
Jangan Biarkan Gigi Patah Mengganggu Senyum Anda
Gigi patah bukan berarti Anda harus kehilangan gigi tersebut. Jika kondisi gigi masih
memungkinkan untuk dipertahankan, crown gigi dapat menjadi salah satu pilihan untuk
membantu mengembalikan bentuk, fungsi, dan penampilan gigi.
Jangan menunggu sampai gigi terasa semakin sakit atau kerusakannya bertambah. Segera
konsultasikan gigi patah Anda dengan dokter gigi agar dapat dilakukan pemeriksaan dan
ditentukan perawatan yang sesuai.
Gigi patah bisa diperbaiki. Senyum percaya diri bisa kembali. Konsultasikan kondisi gigi Anda
dan temukan solusi yang tepat bersama dokter gigi. - Informasi kontak dan lokasi
Alamat:Jl. Raya Puspiptek No, 15, Buaran, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15314
Telepon: 021-75675930/0813-815-0742 - Jam operasional
Hari Senin s.d Hari Sabtu jam 10:00 – 20:00 WIB
Hari Minggu jam 10:00 s.d 17:00 WIB
Note: Disarankan untuk melakukan reservasi atau membuat janji temu terlebih dahulu sebelum datang
